SEJARAH UNIK PERMEN KARET

Permen karet adalah permen kunyah yang memiliki ciri khas yaitu dapat dibuat untuk mengembangkan gelembung. Warnanya beraneka ragam dan memiliki rasa tertentu. Biasanya permen karet bersifat lengket dan pada saat gelembung terkembang hingga batas tertentu, maka gelembung akan pecah dan mengenai wajah. Permen karet (chewing gum) merupakan produk makanan ringan yang pada dasarnya terbuat dari lateks alami atau karet sintetis yang dikenal dengan nama poliisobutilen.


Sejarah
Hingga saat ini sejarah permen karet masih belum jelas, tetapi selama ribuan tahun, seluruh dunia mengunyah getah tumbuhan untuk dijadikan makanan kecil atau membersihkan mulut. Getah ini merupakan nenek moyang permen karet. masyarakat Yunani kuno, mengunyah permen karet merupakan kebiasaan yang umum di masyarakat. Mereka mengunyah sebuah damar dari pohon mastic yang berasal dari Turki. Sementara itu di Amerika Utara, penduduk asli mempunyai kebiasaan mengunyah substansi yang dibuat dari damar pohon cemara yang terus dilanjutkan secara turun temurun hingga awal abad ke-19 yang kemudian diganti dengan parafin.
Permen karet yang dibungkus pertama kali diperkenalkan tahun 1848. Permen karet ini terbuat dari getah sejenis pohon cemara, Sesuatu yang suka digigit-gigit oleh penduduk asli Amerika sejak berabad-abad yang lalu. John Curtis dan adiknya mengolah permen karet ini dan menyebutnya State of Maine Pure Spruce Gum. Walaupun rasanya pahit, tetapi tetap saja laku karena harganya yang sangat murah.
Kemudian Curtis memberikan rasa parafin. Untuk seterusnya, pembuatan permen karet ini semakin berkembang. Tahun 1871, Thomas Adams menerima hak paten untuk memproduksi mesin pembuat permen karet. Tahun 1890-an, William Wrigley Jr. bereaksi dengan penemuan awalnya, Wrigley’s Juice Fruit and Spearmint dan pertama kali diluncurkan pada tahun 1893. Tahun 1906, Frank Fleer menciptakan bubblegum, walaupun permen karet ini masih sangat basah dan dengan mudah keluar begitu saja dari mulut saat dikunyah. Tahun 1928, akuntan perusahaan, Walter Diemers terus memperbaharui resep dan akhirnya menemukan resep yang tepat.

sumber 
Share this post :

+ komentar + 1 komentar

7 Februari 2019 pukul 10.17

ayam sabung taji

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. 1001 SEJARAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger